SIAK,LIPUTANREDAKSI.COM — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak, Fahrul Rozi, menyampaikan progres dan capaian kinerja sektor pendidikan sepanjang tahun 2025 dalam kegiatan Pemaparan Capaian Kinerja OPD yang digelar Pemerintah Kabupaten Siak di Pendopo Tiga Suku, Rumah Dinas Bupati Siak, Senin (29/12/2025).
Dalam paparannya, Fahrul Rozi menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dana APBN dan APBD telah melakukan pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp31 miliar.
“Untuk pembangunan dan rehabilitasi satuan pendidikan, terdapat 5 PAUD, 15 SD, dan 16 SMP yang dibiayai melalui dana APBN tahun 2025,” jelasnya.
Selain infrastruktur, Disdikbud Siak juga mendorong digitalisasi pembelajaran. Sejumlah sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP menerima bantuan peralatan digital berupa Interactive Flat Panel (smartboard) guna mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Di bidang sumber daya manusia, peningkatan kompetensi guru menjadi prioritas, sejalan dengan kebijakan nasional terkait pendekatan pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan buatan (AI).
Program tersebut dilaksanakan secara swakelola dengan memanfaatkan Dana BOS.
Peningkatan kualifikasi guru juga dilakukan, khususnya bagi guru PAUD agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, mengingat masih banyak guru PAUD yang belum memenuhi kualifikasi tersebut.
Disdikbud Siak juga menyalurkan bantuan kesejahteraan bagi guru dan tenaga kependidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta, termasuk madrasah, dengan total penerima mencapai 5.158 orang.
Di bidang kebudayaan, Fahrul Rozi menyampaikan adanya pelestarian cagar budaya, pengembangan warisan budaya tak benda, serta penyelenggaraan berbagai event kebudayaan di Kabupaten Siak.
Dampak dari berbagai program tersebut terlihat pada peningkatan Angka Partisipasi Sekolah (APS). APS jenjang PAUD naik menjadi 64,70 persen, APS SD meningkat menjadi 99,93 persen, dan APS SMP naik dari 91 persen menjadi 93 persen.
Berdasarkan Rapor Pendidikan Kemendikdasmen, capaian literasi dan numerasi juga menunjukkan tren positif. Literasi SD mencapai 74,06, SMP 75,67, numerasi SD 69,4, dan SMP 76,2, meski numerasi SD masih berada pada kategori menengah dan menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan.
Sebagai bentuk inovasi, Disdikbud Siak meluncurkan SIAKWAH (Sistem Informasi Pengawasan Sekolah) untuk memantau kinerja pengawas, pelaksanaan pembelajaran, dan tata kelola sekolah. Selain itu, diluncurkan pula layanan pengaduan VIA WA guna memudahkan masyarakat menyampaikan laporan.
Saat ini, berdasarkan data Dapodik, Kabupaten Siak memiliki 107.146 peserta didik, 6.500 lebih guru dan tenaga kependidikan, serta 795 satuan pendidikan. Rata-rata lama sekolah meningkat menjadi 9,93 tahun, sementara harapan lama sekolah naik dari 12,8 menjadi 13,02 tahun. Indeks SPM pendidikan juga meningkat menjadi 74,01 dengan kategori tuntas pertama.
Untuk tahun 2026, Disdikbud Siak menyiapkan sejumlah program prioritas yang selaras dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Siak, di antaranya penyediaan seragam sekolah gratis bagi sekitar 14.042 peserta didik, pengembangan sekolah unggulan di setiap kecamatan (diawali dengan 6 sekolah), serta program beasiswa dan rekognisi pengalaman lampau bagi guru PAUD.
Selain itu, akan dilakukan penambahan guru pendidikan agama, guru inklusi bagi anak berkebutuhan khusus di SD dan SMP, serta optimalisasi dana APBN untuk revitalisasi pendidikan. Pada 2026, diusulkan revitalisasi 2 PKBM, 42 PAUD, 47 SD, dan 27 SMP, serta rehabilitasi ringan toilet sekolah melalui Dana BOSP.
“Ke depan, kami juga akan menyiapkan wadah pengembangan bakat dan minat peserta didik agar potensi anak-anak Siak dapat terfasilitasi dengan baik,” tutup Fahrul Rozi.***








