Kapolda Riau Tekankan Peran Aktif Polisi Hadapi Isu Global hingga Karhutla di Siak

Siak2 views

SIAK,LIPITANREDAKSI.COM – Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, melakukan kunjungan kerja ke Polres Siak dan memberikan arahan langsung kepada 176 personel polres siak , Selasa (21/4/2026).

Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam menghadapi berbagai isu strategis, baik di tingkat global, regional, hingga lokal.

Kapolda menjelaskan, dinamika global seperti konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta perang Rusia–Ukraina dan persaingan hegemoni antara China dan Amerika, turut memberikan dampak hingga ke Indonesia, termasuk Provinsi Riau.

“Dampak global ini sudah mulai terasa, salah satunya kenaikan harga BBM non-subsidi dan kebutuhan bahan pokok. Ini membutuhkan peran kolaboratif semua pihak, termasuk kepolisian dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Kapolda menegaskan bahwa Polri harus hadir secara aktif di tengah masyarakat melalui patroli rutin dan penguatan konsep micro policing, dengan melibatkan Bhabinkamtibmas hingga tingkat desa dan RT.

Selain itu, Kapolda juga memastikan pelaksanaan kebijakan dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait efisiensi energi dan penerapan work from home (WFA) bagi personel non-operasional. Langkah ini diharapkan dapat mendukung penghematan BBM dan listrik.

“Mulai 21 April ini, seluruh jajaran bergerak serentak hingga ke Polres dan Polsek untuk memberikan pemahaman kepada anggota sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat,” tegasnya.
Antisipasi Karhutla dan Dampak El Nino

Kapolda juga menyoroti potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada Mei hingga Agustus 2026. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG dan BNPB, Riau diperkirakan akan mengalami kemarau panjang.

Untuk itu, berbagai langkah antisipatif telah disiapkan bersama pemerintah daerah dan Forkopimda, antara lain pembangunan embung, menara pantau, sekat kanal, serta penguatan sistem peringatan dini (early warning system).

Baca Juga:  Tegas Berantas Narkoba, Kapolres Siak Mendadak Lakukan Test Urin Personil

Beberapa wilayah rawan seperti Bengkalis, Pulau Rupat, dan sekitarnya menjadi fokus pengawasan karena berpotensi menimbulkan kabut asap lintas negara.

Kapolda juga menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Hingga saat ini, tercatat 82 tersangka dari 34 kasus karhutla telah ditangani.

“Kami tidak akan mentolerir pembakaran lahan, baik sengaja maupun tidak. Lahan yang terbakar akan diberlakukan moratorium dan tidak boleh ditanami kembali,” tegasnya.

Dalam arahannya, Kapolda turut menyoroti ancaman narkoba yang dinilai sebagai musuh bersama. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan.

“Generasi emas 2045 harus kita jaga bersama. Narkoba ini ancaman serius yang harus ditangani dari hulu hingga hilir, tidak hanya penegakan hukum, tetapi juga edukasi dan pencegahan,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Polda Riau telah membentuk sejumlah kampung tangguh bebas narkoba sebagai upaya membangun ketahanan masyarakat dari peredaran narkotika.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *