Swadaya Warga Jayapura Bangun Saluran Boring Atasi Banjir Pasar

Siak54 views

SIAK,LIPUTANREDAKSI.COM – Warga Kampung Jayapura, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, bersama Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas PUPR melakukan langkah konkret penanggulangan banjir yang kerap terjadi di kawasan Pasar Jayapura, Selasa (23/12/2025).

Tokoh masyarakat Jayapura, Iwang, mengatakan banjir di kawasan pasar tidak hanya disebabkan faktor musiman, tetapi juga karena kondisi parit yang sudah tidak mampu menampung debit air akibat pendangkalan lumpur dan dimensi saluran yang kecil.
“Walaupun hujan tidak terlalu besar, air tetap menggenang di pasar. Parit yang ada sudah tidak memadai, banyak lumpur, sehingga kami sepakat melakukan penanganan dengan sistem boring pipa,” ujar Iwang.

Ia menjelaskan, warga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Siak dan sepakat melakukan penanganan secara swadaya masyarakat, sesuai hasil musyawarah warga. Sebagian dana swadaya bahkan telah terkumpul.

“Hari ini dari PUPR turun Pak Iswanto dari bidang pengairan dan dari Bina Marga Pak Jumaidi untuk pengukuran dan menentukan titik pengeboran. Pipa yang digunakan berdiameter besar, sekitar 10 inci, dan akan dibor melintasi jalan lintas,” jelasnya.
Menurut Iwang, pekerjaan ini dilakukan dengan metode boring karena jalan lintas tersebut sebelumnya telah dilakukan semenisasi selebar sekitar tiga meter, sehingga secara teknis diperbolehkan oleh Bina Marga.

“Kami berharap akhir Desember ini pekerjaan sudah selesai, karena antusias masyarakat sangat tinggi. Kami juga berencana membersihkan parit-parit yang ada dengan alat kecil,” tambahnya.

Sementara itu, Iswanto dari Dinas PUPR Kabupaten Siak Bidang Pengairan mengatakan, keterlibatan PUPR lebih kepada pendampingan teknis agar pekerjaan yang dilakukan masyarakat sesuai standar dan aman.

“Permohonan warga ini untuk mengalirkan buangan air dari kawasan Pasar Jayapura menuju saluran primer, lalu diteruskan ke Sungai Buantan. Karena kontur tanah ke arah sungai cukup tinggi dan rawan longsor jika digali manual, maka solusi paling memungkinkan adalah dengan sistem boring pipa,” terang Iswanto.
Ia mengakui, kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan untuk pembangunan fisik berskala besar.

Baca Juga:  BABINSA KORAMIL 01/SIAK MELAKSANAKAN GOTONG-ROYONG

“Dalam kondisi keuangan daerah yang sedang tidak baik-baik saja, swadaya masyarakat menjadi solusi. Alhamdulillah, kepedulian warga Jayapura sangat tinggi. Setelah teknisnya dinyatakan layak dan di-ACC, pekerjaan bisa segera dilaksanakan,” ujarnya.

Iswanto juga menambahkan, tantangan lain yang dihadapi adalah banyaknya saluran yang telah tertutup bangunan atau pelataran warga, sehingga membutuhkan peran pemerintah kampung untuk penertiban dan pembersihan sedimen.

“Kita harapkan kolaborasi seperti ini bisa menjadi contoh bagi kampung lain. Di tengah keterbatasan anggaran, gotong royong dan sinergi masyarakat dengan pemerintah sangat dibutuhkan,” tutupnya.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *