Polda Riau Launching Polisi RW Serentak Seluruh Jajaran

PEKANBARU,(LIPUTANREDAKSI.COM) – Kapolda Riau, Irjen Pol Muhammad Iqbal secara resmi melaunching pembentukan Polisi RW serentak secara Hybrid diseluruh Jajaran Polda Riau, Rabu (14/06/2023) pagi sekitar pukul 07.30 Wib.

Program Polisi RW diadakan untuk mengatasi permasalahan keamanan yang berpotensi muncul di tingkat lingkungan rukun warga (RW) sesuai surat telegram Kapolri No 350 tanggal 06 April 2023 tentang arahan kabaharkam Polri serta surat telegram Kapolda Riau No 474 tanggal 28 April 2023 tentang pelaksanaan training of trainer pengemban strategi polmas dan sosialisasi program polisi RW di polres jajaran Polda Riau.

Launching Polisi RW dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Riau yang di hadiri Gubernur Riau, Syamsuar, Kakor Binmas Baharkam Polri, Irjen Pol Hary Sudwijanto seluruh Forkopimda Riau, PJU Polda Riau, Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jefri RP Siagian dan seluruh PJU Polresta Pekanbaru serta di ikuti ribuan personil Polresta Pekanbaru dan Ribuan personil Seluruh Polres Jajaran Polda Riau melalui daring ini dimulai dengan berbagai pertunjukan yang menggambarkan fungsi dan tugas Polisi RW ditengah masyarakat

Selain itu, acara peresmian tersebut juga dihadiri ribuan Polisi RW seluruh Jajaran yang dilantik baik secara langsung maupun secara daring oleh Kapolda Riau.

Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, bahwa program Polisi RW mengadaptasi dari kebutuhan polisi terkini yang lebih mengutamakan pencegahan kejahatan dari pada penegakan hukum.

“Keberhasilan polisi itu adalah saat ia mampu mencegah kejahatan. Jadi hal ini lebih sederhana, lebih murah, lebih efektif, sehingga tidak ada korban. Juga diharapkan kalau RW aman, kelurahan aman, kecamatan aman, dan juga seterusnya dan ini sebuah program yang akan kita teruskan,” katanya.

Baca Juga:  Ditreskrimum Polda Riau Tangkap Dua Pelaku TPPO di Dumai

Kapolda juga mengatakan, tugas dari polisi RW tersebut akan bekerjasama dengan perangkat RW untuk melakukan security assessment atau penilaian resiko keamanan.

“Tentu setiap persoalan akan diidentifikasi, lalu kemudian dilakukan respons bagaimana masalah tersebut dapat selesai atau problem solving. Bukan yang berat-berat, tapi yang kecil-kecil saja, masalah kamtibmas yang lebih kecil,” ungkap Irjen Iqbal.

Kapolda menambahkan bahwa polisi RW juga bisa diminta membantu tugas-tugas pemerintah daerah di tingkat RW.

“Seperti ikut menelusuri serta membantu kasus bayi stunting, memberi saran atas pemberdayaan ekonomi warga hingga membantu program kesejahteraan masyarakat setempat,” kata Kapolda Riau.

Kapolda merincikan, ada sekitar 4309 personil RW yang tersebar diseluruh Jajaran Polda Riau, dimana Polresta Pekanbaru memiliki personil sebanyak 1141 personil dimana jumlah RW yang ada sebanyak 768 tersebar diberbagai kecamatan di Kota Pekanbaru, sementara personil yang akan ditugaskan dilingkungan RW sebanyak 599 personil ditambah 169 personil BKO Polda Riau.

“Kota Dumai memiliki personil sebanyak 549 personil kepolisian dan jumlah RW di Kota Dumai sebanyak 547 jumlah polisi RW dikota Dumai sebanyak 149 personil 1 personil membawahi 1 hingga 3 RW,” kata Irjen Iqbal.

Begitu juga dengan Kabupaten Inhu memiliki jumlah RW sebanyak 1068 jumlah polisi RW yang ditugaskan sebanyak 332 dengan dengan 1 personil membawahi hingga 7 RW, begitu juga Kabupaten Rohul memiliki RW sebanyak 1094 jumlah personil yang ditugaskan untuk polisi RW sebanyak 328 personil dengan 1 personil membawahi 1 RW.

“Kabupaten Kampar merupakan jumlah RW terbanyak yang ada di provinsi Riau dengan jumlah RW sebanyak 2098 sementara jumlah personil Polres Kampar yang ditugaskan menjadi polisi RW sebanyak 441 personil dengan BKO Polda Riau sebanyak 90 personil dengan pelaksanaan 1 personil membawahi 1 RW,” kata Kapolda Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *