Forikan Kabupaten Siak Bekerjasama Dengan PT BSP Berikan Penyuluhan Stunting Bagi Kader Posyandu

Uncategorized963 views

SIAK,(LIPUTANREDAKSI.COM)- Serius menyikapi persoalan stunting, agar bisa menurun sesuai harapan pemerintah, Forikan Kabupaten Siak bekerjasama dengan PT Bumi Siak Pusako(BSP) tidak bosan-bosannya memberikan penyuluhan stunting bagi kader posyandu di kecamatan yang menjadi lokus penurunan angka stunting tahun 2023.

Selain penyuluhan stunting para kader posyandu dan ketua Forikan Kampung diberikan pelatihan membuat PMT berbahan protein hewani. Kegiatan itu dibuka Ketua Forikan kabupaten Siak Rasidah di aula kantor kecamatan Kandis, Selasa (26/9/2023).

Dalam sambutannya Rasidah mengatakan, salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

“Penanganan masalah stunting ini membutuhkan waktu yang cukup lama, dan harus melibatkan banyak pihak, sehingga masalah stunting ini bisa diatasi,” katanya.

Rasidah menyampaikan, di tahun 2021 angka penderita stunting di kecamatan Kandis kurang lebih sebanyak 700 anak, paling tinggi se-kabupaten Siak. Namun berkat kerjasama dan kerja ikhlas semua pihak di tahun 2023 angka tersebut berkurang menjadi 131 anak.

“Itu artinya, stunting ini harus kita atasi bersama-sama,” ujarnya.

Kondisi tubuh anak yang pendek lanjutnya, seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.

Padahal genetika menurutnya, merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan sosial, budaya dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.

“Faktor keturunan itu hanya sedikit mempengaruhi tinggi atau rendahnya seorang anak ya ibu-ibu. Jadi stunting itu sudah pasti pendek, tapi kalau pendek belum tentu stunting. Kemudian ada juga yang genetiknya pendek tapi cerdas, nah itu tidak stunting,” jelas Rasidah.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 01/Siak Bersama MPA Laksanakan Patroli Pencegahan Kebakaran

Lebih lanjut istri Bupati Siak itu mengatakan, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *