Diskusi Publik Masyarakat Siak Bahas Warisan Peradaban dan Masa Depan Daerah

Siak63 views

SIAK,LIPUTANREDAKSI.COM- Diskusi publik bertema “Siak di Tengah Perubahan Zaman, Menjaga Warisan dan Menata Masa Depan” digelar di Anjungan Datuk Lima Puluh Skywalk Jembatan Kaca Siak, Senin malam (11/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa, pemuda, akademisi, tokoh masyarakat, aktivis sosial, organisasi kepemudaan hingga masyarakat umum yang turut menyampaikan pandangan terhadap kondisi dan arah pembangunan Kabupaten Siak ke depan.

Hadir sebagai pemantik dan narasumber di antaranya pemerhati sejarah Iskandar, pegiat sosial Wan Hamzah, mantan Kepala PU Tarukim Siak Irving Kahar Arifin, serta dipandu Yonal putra sebagai moderator.

Dalam pembukaan diskusi, Alfat menyampaikan kegelisahan masyarakat terhadap arah pembangunan dan kebijakan daerah saat ini. Ia menilai sektor pariwisata hingga pembangunan fisik belum menunjukkan fokus yang jelas.

“Sejarah menjadi fondasi awal daerah untuk maju. Tapi hari ini masyarakat bertanya, ke mana arah kebijakan Siak? Wisata tidak fokus, promosi tidak terlihat, bahkan kondisi ikon daerah seperti Istana Siak menjadi sorotan,” ujarnya.

Alfat juga menyinggung persoalan Siak Hijau yang dinilai mulai kehilangan arah, terutama terkait berkurangnya ruang hijau di pusat kota. Ia berharap pemerintah membuka ruang komunikasi dengan tokoh masyarakat dan generasi muda untuk menentukan wajah Siak ke depan.

Sementara itu, Iskandar dalam pemaparannya menekankan bahwa Siak merupakan pusat peradaban besar di pesisir timur Sumatera yang memiliki jejak sejarah panjang sejak era Malaka, Johor hingga berdirinya Kesultanan Siak.

Menurutnya, masyarakat Siak hari ini memiliki tanggung jawab moral menjaga warisan sejarah tersebut sebagai motivasi membangun masa depan.

“Siak ini bukan sekadar tempat, tetapi wilayah peradaban besar yang dipengaruhi unsur Melayu, Bugis hingga Arab. Kita jangan lagi berpikir kecil. Warisan sejarah ini harus menjadi motivasi untuk maju secara global,” katanya.

Baca Juga:  Babinsa Melaksanakan Patroli Cegah Karhutla

Ia juga mengingatkan bahwa Kesultanan Siak memiliki pengaruh besar di kawasan Semenanjung Melayu hingga Brunei dan pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Nusantara.

Narasumber lainnya, Wan Hamzah, menilai masyarakat Siak memiliki DNA berpikir terbuka dan global. Ia mengajak generasi muda untuk tidak takut menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah selama dilakukan demi kepentingan daerah.

“Kita berkumpul bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi memulihkan marwah agar Siak tidak kehilangan cita-cita. Negeri ini harus dikawal bersama,” ujarnya.

Wan Hamzah juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan hijau dan identitas lingkungan Kota Siak yang selama ini dikenal asri dan nyaman.

Sedangkan Irving Kahar Arifin memaparkan perjalanan pembangunan infrastruktur Kabupaten Siak dari masa ke masa. Ia menjelaskan pembangunan jalan antar kecamatan hingga desa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sejak era kepemimpinan sebelumnya.

Menurut Irving, pembangunan infrastruktur memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Infrastruktur dibangun karena ada persoalan yang harus diselesaikan. Jalan yang baik akan mendukung ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi pendapatan daerah, terutama dari sektor pajak kendaraan bermotor dan potensi perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Siak.

Diskusi publik tersebut berlangsung hangat dan interaktif. Sejumlah peserta berharap forum seperti itu dapat terus digelar sebagai ruang bertukar pikiran antara masyarakat, tokoh daerah, akademisi dan pemerintah demi menjaga warisan sejarah sekaligus menata masa depan Kabupaten Siak.**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *