Siswa Diare Massal Usai Santap MBG di Kandis, DPRD Siak Desak Sanksi Tegas Hingga Penutupan SPPG

Siak3 views

SIAK,LIPUTANREDAKSI.COM – Anggota DPRD Kabupaten Siak dari Fraksi Partai Demokrat, Sabar DH Sinaga mengecam keras temuan penggunaan bahan makanan tidak layak konsumsi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau.

Ia menilai, kejadian yang menyebabkan puluhan siswa SMK Negeri 1 Kandis mengalami diare sebagai bentuk kelalaian serius sekaligus pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sabar mendesak BGN agar tidak ragu menjatuhkan sanksi tegas kepada dapur penyedia MBG yang terbukti melanggar SOP, sebab kelalaian tersebut telah berdampak langsung terhadap kesehatan siswa sebagai penerima manfaat program nasional itu.

Menurutnya, hal ini justru menciderai tujuan utama program MBG bahkan menjadi petaka akibat pengelolaan yang tidak profesional.

“Kita sangat menyayangkan anak-anak kita yang menerima MBG justru terdampak penyakit akibat kelalaian dari SPPG yang melanggar aturan. Ini seharusnya jadi alarm keras bagi dapur penyedia supaya berhati-hati mengolah makanan sebelum mendistribusikannya,” ujar Sabar, Jumat (23/1/2026).

Ia menyatakan SPPG Kampung Telaga Sam-sam menunjukkan sikap abai terhadap instruksi yang telah diberikan BGN. Ia mendapat kabar bahwa tim BGN sebelumnya telah mengingatkan agar bumbu makanan yang kondisinya tidak layak tidak boleh digunakan. Namun, peringatan itu justru diabaikan dan bumbu tetap diolah, hingga berujung pada kasus diare massal di SMKN 1 Kandis.

Menurutnya, tindakan itu tidak sekadar kelalaian teknis, tetapi mengarah pada unsur kesengajaan yang patut diselidiki lebih lanjut. Karena itu, ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh serta perbaikan total terhadap sistem pengelolaan SPPG agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ternyata sudah diingatkan tim BGN untuk tidak menggunakan bumbu dengan kondisi tidak baik, tapi tetap diolah. Ini jelas ada unsur sengaja demi kepentingan pribadi, dan ini juga menciderai program MBG. Ini perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan total, dan bisa saja berujung penutupan SPPG-nya,” tegas politisi Partai Demokrat itu.

Baca Juga:  Tahun 2024, Pemprov Riau Siapkan Anggaran Rp318 Miliar untuk BKK Desa

Sebelumnya, puluhan siswa SMK Negeri 1 Kandis, Kabupaten Siak, Riau mengalami diare usai mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Telaga Sam-sam di bawah Yayasan Tuah Karya.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menutup sementara dapur penyedia MBG sambil melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan.

Peristiwa tersebut pertama kali terungkap pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 09.20 WIB, saat pihak SMKN 1 Kandis menghubungi tim SPPG melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan itu, pihak sekolah melaporkan adanya sejumlah siswa yang mengalami diare.

Merespon laporan tersebut, Kepala SPPG, Ahli Gizi dan Asisten Lapangan (Aslap) langsung turun ke lokasi. Para siswa yang terindikasi mengalami diare dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama medis.

“Sebanyak 21 siswa diinfus di klinik,” ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Siak, Lisa Wahari kepada wartawan.

BGN menjelaskan, pada Ahad (11/1/2026) dapur penyedia menerima bahan baku seperti biasa untuk persiapan distribusi MBG untuk Senin. Namun, pada Senin pagi saat proses memasak, tim menemukan salah satu bumbu dalam kondisi kurang baik tapi tetap diolah.

“Ahli gizi saat itu sudah menginstruksikan agar bumbu tersebut tidak digunakan dan diganti dengan yang baru,” kata Lisa.

Sebagai langkah pencegahan dan evaluasi, BGN memutuskan menutup sementara dapur MBG yang bersangkutan hingga seluruh standar operasional dan kelengkapan dapur dipastikan kembali sesuai dengan ketentuan Badan Gizi Nasional.

“Dapur ditutup sementara oleh BGN sampai dapur tersebut bisa melengkapi sesuai aturan,” tutupnya.**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *